medanToday.com,SIANTAR -Tidak dapat dipungkiri pendidikan memegang peranan yang sangat krusial dalam upaya membangun sumber daya manusia yang handal dan profesional sebagai modal dasar pembangunan nasional.

Sayangnya selama ini pendidikan dianggap merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah dan para guru di sekolah dan seolah-olah hanya di pundak merekalah beban berat mewujudkan pendidikan yang maju dan berkualitas kita sandarkan.

Padahal sejatinya setiap komponen bangsa memiliki tanggung jawab terkait masalah pendidikan. Bukankah setiap orang terdidik memiliki tanggung jawab moral mendidik penerus bangsa ???

Melanjutkan Gerakan pertama yang sudah dilakukan dengan baik pada awal tahun 2016, Gerakan Kelas Inspirasi Siantar kembali bersama 65 orang profesional dari berbagai kota termasuk yang berdomisi di kota Pematangsiantar untuk terjun secara langsung di 7 Sekolah Dasar yang ada di kota Pematangsiantar pada hari Sabtu, tanggal 04 Maret 2017.

Ada sebanyak 18 orang yang berasal dari luar kota seperti Kisaran, Tebing Tinggi, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Jakarta, Surabaya dimana mereka tergerak hati untuk ikut menginspirasi pada Kelas Inspirasi Siantar yang kedua ini.

Pada hari yang disebut sebagai Hari Inspirasi ini para profesional menjadi relawan pendidikan dan sehari saja menggantikan peran guru di kelas. Namun mereka tidak mengajar matematika, atau bahasa Indonesia atau Ilmu Pengetahuan Alam, mereka akan menceritakan tentang profesi mereka, apa yang mereka lakukan dalam menjalankan profesi mereka, serta berbagi kisah manis bagaimana untuk bisa mencapai profesi yang saat ini mereka jalankan.

Dengan kata lain para profesional akan berbagi inspirasi untuk membantu anak-anak merangkai mimpi dan cita-cita.

Berbagi Mimpi

Mimpi adalah cermin pengetahuan, cermin wawasan. Para profesional datang untuk membantu membukakan pengetahuan dan wawasan, lalu membiarkan mimpi anak-anak terbang amat tinggi, sambil mengingatkan bahwa lewat kerja keras nan cerdas dan didampingi doa mereka bisa meraih serta melampaui mimpi !!

Disini para profesional benar-benar diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anak melalui kehadiran langsung, yang langsung dapat bersentuhan dan berdialog dengan anak-anak.

Melalui kehadiran langsung tersebut diharapkan dapat menanamkan kesan membekas dan dari sentuhan melalui cerita-cerita relawan tersebut diharapkan akan terbangun 4 nilai luhur yang kelak akan menjadi pegangan utama anak anak tersebut dalam mencapai cita-cita mereka, yaitu Kejujuran, Pantang Menyerah, Kerja Keras dan Kemandirian.

Inilah yang sesungguhnya menjadi tujuan penyelenggaraan Kelas Inspirasi Siantar.

Relawan Inspirator

Pada kegiatan Kelas Inspirasi para profesional terbagi kedalam dua peran yakni sebagai relawan inspirator dan relawan dokumentator.

Relawan inspirator merupakan inspirator yang berbagi kisah-kisah profesi yang menginspirasi. Sementara relawan dokumentator adalah relawan yang akan mendokumentasikan proses menginspirasi tersebut, baik melalui media fotografis maupun videografis.

Kelas Inspirasi Siantar II. mtd/ist

Diakui panitia antusiasme pendaftar tahun ini lebih banyak dari yang pertama dan pihak sekolah termasuk guru-guru sangat menyambut baik kunjungan para Inspirator Kelas Inspirasi ini.

Profesional yang menjadi relawan Kelas Inspirasi Siantar yang pertama ini telah melalui proses seleksi salah satunya dengan mempertimbangkan penguasaan dan pengalaman mereka terhadap profesi yang telah mereka tekuni, hanya profesional yang sudah menekuni pekerjaannya lebih dari dua tahun yang lolos untuk menjadi inspirator.

Selama pembukaan pendaftaran secara online yang dilaksanakan selama 2 bulan, yakni dari tanggal 01 Desember 2016 sampai dengan 31 Januari 2017, telah mendaftar lebih dari 70 orang profesional, ini mematahkan persepsi khalayak yang sudah mengeneralisasi jika budaya volunteer tidak akan pernah hidup dan berkembang di Kota Pematangsiantar.

Kelas Inspirasi telah membuktikan masih banyak orang orang Indonesia termasuk yang berasal dari Kota Pematangsiantar yang mau peduli dan rela tidak dibayar serupiah pun. Kelas Inspirasi kami sebut sebagai iuran warga negara untuk negaranya.

Kelas Inspirasi dilaksanakan dengan memegang teguh 7 Prinsip Dasar, yakni : Suka Rela, Bebas Kepentingan, Bebas Biaya, Terlibat (Turun Tangan) Langsung, Siap Belajar, Siap Bersilaturahmi, dan Tulus.

Sebelum melaksanakan Kelas Inspirasi para profesional telah dibekali dasar-dasar mengajar di sekolah dasar, management kelas, dan penyusunan lesson plan pada acara Hari Briefing.

Setelah penyelenggaraan Kelas Inspirasi di sekolah-sekolah, para profesional juga akan melaksanakan acara Refleksi yang dilaksanakan sesudah mengunjungi sekolah.

Acara refleksi dianggap penting untuk mengukur feedback dari proses menginspirasi, mengevaluasi kelebihan dan kekurangan sehingga dapat dilakukan perbaikan pada penyelenggaraan berikutnya. Dan juga dalam acara Refleksi segenap relawan dapat berbagi cerita tentang pengalaman kunjungan di sekolah dasar serta berbagi inspirasi diantara sesama relawan.

Suara Kampung Halaman

Melalui Kelas Inspirasi Siantar ini diharapkan terbangun hubungan baik antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dan para profesional di dan dari Kota Pematangsiantar.

Diharapkan pula Kelas Inspirasi ini hanya merupakan gerbang awal yang menghantarkan para profesional untuk bersama-sama pemerintah daerah terlibat langsung dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan di kota terbesar ke dua se-Sumatera Utara ini.

Terutama bagi para profesional yang berasal dan ada di Kota Pematangsiantar, Kelas Inspirasi ini merupakan “suara kampung halaman” yang mengajak mereka untuk peduli terhadap pendidikan di Kota Pematangsiantar dan berkontribusi langsung dalam memajukan Kota Pematangsiantar menjadi lebih baik.

Karna pendidikan adalah tanggung jawab para terdidik. Uniknya, pada pelaksanaan Kelas Inspirasi Siantar yang kedua ini, beberapa orang Inspirator langsung berniat untuk membuat Gerakan Kelas Inspirasi di daerahnya masing-masing.

Kiranya Kelas Inspirasi menjadi sebuah gerakan bersama yang menginspirasi para terdidik untuk melakukan kegiatan serupa atau malah lebih baik dari yang sudah ada untuk Indonesia, negeri tercinta. (Adv/KI)

==============

Komentar Anda