Ilustrasi (Internet)

medanToday.com, LONDON – Di masa depan, segala bentuk propaganda maupun postingan berbau terorisme tidak akan bisa dilihat di Facebook.

Itu setelah raksasa media sosial tersebut mengumumkan tengah mengembangkan sebuah teknologi yang bisa mendeteksi konten milik kelompok teroris.

Kepala Kebijakan Global Facebook, Monika Bickert dan Brian Frishman mengunggah sebuah blog jelang Forum Kontra-Terorisme Uni Eropa (UE) 6 Desember mendatang.

Dilansir Sky News Rabu (29/11/2017), dalam blog itu, Facebook menyatakan telah menghapus 99 persen konten milik Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) maupun Al Qaeda.

Selain itu, sebanyak 83 persen postingan yang dibuat oleh ISIS dan Al Qaeda berhasil diidentifikasi dan dihapus satu jam setelah dinaikkan.

“Selama ini, kami mengandalkan pengulas konten untuk melaporkan jika ada akun atau postingan yang dianggap melanggar pedoman, dan langsung menghapusnya,” kata Bickert.

Namun, cara itu dianggap kurang cepat. Sebab, acap teroris tidak memasang foto yang berhubungan dengan kelompoknya.

Karena itu, pengulas konten kesulitan menentukan apakah akun tersebut masuk dalam kategori terorisme.

Bickert menjelaskan, saat ini perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu tengah berinvestasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi konten milik teroris lebih cepat.

“AI itu akan bisa mendeteksi setiap foto, gambar, dan segala postingan yang menunjukkan adanya aktivitas terorisme,” papar Bickert.

Jurubicara Kementerian Hukum, HAM, dan Keamanan Inggris, atau Home Office menyambut baik pengumuman Facebook.

“Pernyataan ini sangat menjanjikan di tengah perjuangan menangkal terorisme yang dilakukan Forum Internet Global,” ujar jurubicara tersebut.

Usama Hassan, pakar kontra-terorisme Yayasan Quilliam memperingatkan Facebook sebaiknya bisa segera memikirkan tahap lain pasca-pengembangan teknologi itu.

“Ketika sebuah media sosial berhasil menangkal terorisme, maka para ekstremis bakal mencari teknologi tandingan untuk kembali unggul,” ujar Hassan.

Senada dengan Hassan, pakar terorisme dari Royal United Services Institute, Raffaello Pantucci, berkata dunia internet bakal semakin berkembang.

“Sejalan dengan internet, terorisme juga semakin maju sehingga tantangan untuk mengatasinya bakal semakin sulit,” beber Pantucci.(mtd/min)

========================================================

Komentar Anda