Ilustrasi ukuran penis(Juliasv)
Ilustrasi ukuran penis(Juliasv)

medanToday.com – Sudahkah Anda hafal dengan bentuk penis Anda sendiri? Jika belum, mungkin ini saat yang baik untuk benar-benar mengamatinya.

Pasalnya, sebuah penelitian baru yang dipresentasikan di American Society for Reproductive Medicine menemukan bahwa pria yang memiliki penyakit peyronie atau kondisi penis bengkok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap beberapa jenis kanker.

Para peneliti menemukan bahwa penis bengkok meningkatkan risiko kanker testis sebesar 40 persen, kanker kulit (melanoma) sebesar 29 persen, dan kanker perut hingga 40 persen.

Hasil ini didapat setelah para peneliti dari Baylor College, Houston, Texas, meninjau lebih dari 1,5 juta data pasien.

Mereka menduga bahwa gen yang memicu penis bengkok juga mempengaruhi perkembangan tumor.

Dikutip dari Dailymail, Kamis (2/11/2017), Dr Alexander Pastuszak, pemimpin penelitian ini, mengatakan, meskipun Peyronie signifikan dalam siklus kehidupan seksual dan reproduksi pasien, menghubungkannya dengan gangguan lain menunjukkan bahwa penderita penyakit ini harus dipantau untuk perkembangannya.

Para peneliti juga melakukan analisis genetika lebih jauh tentang ayah dan anak yang sama-sama menderita peyronie. Mereka menemukan bahwa partisipan memiliki gen yang dipahami sebagai bakat kanker urologi.

Dr Pastuszak juga berkata bahwa kondisi ini memiliki kemiripan dengan penyakit Dupuytren, yaitu kondisi di mana satu atau beberapa jari menjadi tertekuk secara permanen.

Lalu, para peneliti juga menemukan kaitan antara kondisi ini dengan panyekit Ledderhose atau penebalan jaringan kaki.

“Meskipun kita masih perlu memvalidasi beberapa temuan ini dan menerjemahkannya dari laboratorium ke populasi klinis, data ini memberikan hubungan yang kuat, baik secara klinis meupun pada tingkat genetik, antara penyakit peyronie dan dupuytren, dan keganasannya pada pria,” sambung Dr Pastuszak.

Menurut penelitian dari University of Istanbul, Peyronie diyakini memengaruhi 3,7 hingga 7,1 persen laki-laki.

“Namun prevalensi penyakit yang sebenarnya mungkin lebih tinggi karena keengganan pasien untuk melaporkan kondisi memalukan ini kepada dokter,” tulis para peneliti.

Seorang juru bicara dari Cancer Research Inggris mengatakan, kami masih belum sepenuhnya mengerti apa yang menyebabkan penyakit Peyronie dan mungkin ada beberapa faktor risiko yang sama dengan kanker.

(mtd/min)

Komentar Anda