Rumah Karya Indonesia Akan Gelar Camping Seribu Tenda di Tepian Danau Toba

0
119

medanToday.com,MEDAN – Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali melanjutkan ‘misi’-nya.Setelah Sukses menggelar event Dokan Arts Festival beberapa waktu lalu, bekisar Puluhan kilometer dari Kabupaten Karo,tepatnya di Kabupaten Dairi, RKI menggelar festival seni dan budaya bernama Silahisabungan Arts Festival (SAFE) yang akan berlangsung dari 21 hingga 23 Juli 2017 mendatang. Kegiatan ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan.

Menurut Direktur RKI, Ojax Manalu, apabila dipandang secara harfiah, “Silahisabungan” mungkin akan dianggap sebagai festival milik Batak Toba, padahal sebenarnya status kebudayaan di kecamatan Silahisabungan justru sangat beraneka ragam khususnya yang terdiri dari masyarakat Karo, Toba, Simalungun, bahkan sebagian Pakpak.

“Latar belakang ini lah yang menginspirasi Rumah Karya Indonesia untuk mengkolaborasikan nilai seni dan budaya agar dihimpun melalui pertunjukan yang memikat hati setiap pengunjung,” ungkapnya.

Rumah Karya Indonesia dengan giat juga telah menghelat lima pre event dalam promosi SAFE #2 2017 dan presentasi kegiatan kepada masyarakat dan media. Diantaranya adalah Paropo, Tongging, Silalahi, Medan dan Sidikalang.

Dalam setiap Pre event, selalu digelar presentasi dan ruang diskusi terkait target pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat. Pada acara SAFE #2 ini, RKI dan tim produksi SAFE 2017 bermitra dengan PLN peduli, BUMN berbagi untuk negeri , Pemkab Dairi, BPGKT, dan Jendela Toba.

Daya pikat Tao Silalahi lainnya tampak dari beberapa wisata yang memanjakan pengunjung yang mayoritas berasal dari kota besar di Sumatera Utara. Salah satunya adalah Pulau Paropo/Pulau Situngkir yang disemarakkan oleh ratusan tenda yang berganti setiap minggu dengan pemasukan yang lumayan besar kepada masyarakat lokal.

Melalui SAFE #2 ini, Rumah Karya Indonesia menghimpun beberapa komunitas pejalan Sumatera Utara untuk menggelar ‘Seribu Tenda’ yang akan dilokasikan di Tepian Danau Paropo.

Kegiatan Camping ini bukan sekadar pasang tenda dan piknik, sebab seluruh pengunjung akan dihibur oleh pertunjukan seni dan budaya dari panggung SAFE, seraya mengeksplor tempat wisata dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Hanya dengan Rp.20.000,- per-orang maka fasilitas yang akan didapatkan adalah Lapak Camp, Parkir Motor/Mobil, Workshop, Panggung Budaya dan Pemutaran Film.

“Tidak terbayang, bukan? Dengan modal sekecil itu, kita dapat menikmati liburan yang bermanfaat, baik secara raga dan rohani,” kata Ojax Manalu

Adapun target festival, menurut Manager Festival yakni Drs.Passiona M Sihombing, MBA., akan dilakoni oleh bantuan pemuda dan anak-anak di berbagai daerah yang terdiri dari Paropo, Tongging dan Silalahi. Berasaskan kecintaan akan pendidikan seni, Rumah Karya Indonesia mengutus ‘misioner’ untuk melatih pengisi acara yang terdiri dari masyarakat di Tao Silalahi.

“Hal ini secara gamblang bertujuan untuk mengalirkan semangat berbudaya di jiwa generasi muda Tao Silalahi agar dapat menjaga kearifan lokal, serta mengingat kampung halamannya apabila kelak meniti ilmu di masa mendatang.” Pungkasnya. (mtd/ril/rki)

====================

Komentar Anda