Siantarman Arts Festival Mengisi Ruang Kreatif Siantar

0
23

medanToday.com,SIANTAR – Kota Pematangsiantar, kota terbesar nomor 2 di Sumatera Utara sejak dahulu sudah terkenal sebagai kota pendidikan, terkenal dengan banyaknya pemuda-pemudi yang bertalenta, baik di bidang seni dan budaya.

Oleh karena itu, pada tahun ini, puluhan komunitas yang ada di Siantar bergandengan tangan bersama melaksanakan Siantarman Arts Festival (SAF) dengan tema 128 Km Medan, 50 Km Danau Toba

Acara SAF akan dilaksanakan pada tanggal 04 – 05 Agustus di Universitas Nommensen, Jalan Asahan No. 4. Adi Damanik (Ketua Panitia) mengatakan, “bahwa, dalam acara ini juga akan ada lomba untuk pelajar, seperti lomba foto, vokal solo, peragaan busana, menggambar dan mewarnai”.

Sebelum hari puncak pelaksanaan, kita telah melangsungkan 2 kali kegiatan Pre Event, sebagai media promosi ke seluruh masyarakat, seperti minggu lalu di DL Cafe dan semalam di Braga Cafe (19 Juli 2017) yang dihadiri ratusan orang, anak muda dan masyarakat, baik dari komunitas maupun perorangan, yang mendukung acara kita ini, ujar Adi Damanik.

Adapun pengisi acara di Braga Cafe yang turut berpartisipasi tadi malam, seperti Identitiy Band, Punxgoaran, Superheroes, Maju Jaya Band, Yuni Panjaitan, Rika dan ada juga Standup Comedy Siantar serta Siantar Sketcher

“Acara SAF ini didukung berbagai komunitas, baik teater, musik, tari, seni rupa dan komunitas para pejalan juga”, ujar Tumpak Winmark Hutabarat (Manajer Program Siantarman Arts Festival). “Selain itu acara ini juga bertujuan untuk mengisi ruang kreatif yang sangat kurang di Pematangsiantar dan mencoba mendekatkan seni dan budaya serta pengetahuan khususnya kepada kawula muda dan masyarakat, lewat pagelaran dan lomba”, lanjut pria yang biasa dipanggil Siparjalang ini.

Siantarman Arts Festival diharapkan dapat menjadi ruang baru, ruang bersama seluruh komunitas untuk mengembangkan dan mementaskan bakat serta kapasitas. Selain itu, SAF juga kita harapkan bisa menjadi acara tahun bersama tiap tahunnya, sehingga menjadi agenda tetap dan kita harapkan bisa seperti Oktober Festival di Jerman, Java Jazz Festival dan festival tetap yang tenar lainnya. (mtd/pam)

================

Komentar Anda