medanToday.com,MEDAN – Setelah video mesum seorang perempuan dewasa dengan dua bocah di bawah umur beredar, jagad maya kembali dihebohkan dengan video mesum sejenis. Meskipun kali ini pelaku perempuannya berbeda. Begitupun dengan bocah yang dirayu untuk berhubungan intim.

Dari video yang beredar, tampak perempuan seksi berbaju merah ini memeluk si bocah dari belakang di sebuah balkon hotel. Ia bahkan memperagakan aksi tidak senonoh terhadap si bocah yang tampak tersenyum malu.

Adegan mesum berikutnya berlanjut ke tempat tidur. Bahkan ada juga adegan mesum yang terjadi di dalam bathub.

Entah siapa pelaku perekaman video dan perempuan dewasa tersebut. Namun banyak warga mulai resah karena video mesum yang beredar terus muncul di berbagai situs dewasa. Mereka berharap pihak kepolisian langsung mengambil langkah tegas terkait hal tersebut.

BACA JUGA:

Berlogat Sunda, Wanita Dewasa Bertato Threesome dengan Bocah di Bawah Umur

Beragam komentar juga bermunculan di Fan Page Facebook MEDANTODAY.com terkait beredarnya video ini. Akun Komarudin misalnya, menuliskan komentar “KIAMAT SUDAH DEKAT”. Ada juga akun Rakhmat Syah yang meminta berita ini tidak usah diviralkan.

Namun, Yanti Selian, seorang ibu rumah tangga asal Medan, yang tahu tentang viralnya video tersebut, mengecam keras upaya pelaku pembuat video mesum tersebut.

“Pro dan kontra soal penyebaran video ini. Tapi dengan viralnya video ini kita jadi tahu bahwa ternyata ada kejadian pelecehan di Indonesia. Dan menyasar anak-anak SD di bawah umur,” katanya kepada medanToday.com

Ibu dua anak ini juga meminta kepada pihak kepolisian agar dengan tim cyber-nya menangkap para pelaku pembuatan video mesum anak dibawah umur tersebut. Serta menutup situs yang mempertontonkan video tidak senonoh tersebut.

“Polisi harus tanggap ya. Supaya semua pelaku yang terlibat dalam pembuatan video segera ditangkap,” tegasnya.

BACA JUGA:

Video Mesum Perempuan Dewasa dengan Bocah di Bawah Umur Hebohkan Warganet

Sementara itu, penelitian terbaru di 10 lokasi tujuan wisata di Indonesia -antara lain Bali, Bukit Tinggi, Lombok hingga Pulau Seribu- mengungkapkan anak-anak masih menjadi korban praktik kekerasan dan eksploitasi seksual.

Persoalan serupa sangat sangat memungkinkan ditemui di berbagai lokasi kunjungan wisata lainnya di Indonesia.

“Karena ada peluang dan kesempatan, tempat mencari keuntungan ekonomi di destinasi wisata ini mudah dilakukan dengan cara cepat, jadi anak-anak tergiur, misalnya jadi pemandu wisata,” kata Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani.(mtd/ris)

====================

Komentar Anda