Ribuan warga saat melakukan aksi demo tolak pemusnahan ternak Babi di Medan.Senin (10/2). (sumber:Internet)

medanToday.com,MEDAN – Ribuan warga Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa spanduk bertuliskan save babi. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Senin (10/2).

Aksi yang digelar ribuan peternak dan pengelola kuliner berbahan daging babi di Sumut itu meminta pemerintah peka terhadap nasib mereka. Pasalnya virus yang menyerang ternak mereka menyebabkan kematian yang berdampak pada kerugian.

Selain meminta kepekaan pemerintah terhadap nasib mereka, warga juga menolak upaya pemusnahan babi sebagai mana isu yang berkembang dikalangan masyarakat. Mereka berharap pemerintah melindungi hak-hak mereka sebagai serta tidak menambah keresahan bagi warga.

Warga yang berunjuk rasa mengatakan bahwa ternak babi merupakan salah satu sektor usaha yang menopang kehidupan mereka. Selain itu daging babi juga sudah digunakan sebagai makanan konsumsi yang masuk dalam budaya mereka.

“Data terakhir yang kita peroleh kerugian mencapai Rp 800 miliar. Serta pemerintah harus serius menangani kasus ini. Karena kasus lain seperti kolera dan flu burung dapat diatasi segera. Jadi ini juga harus ditangani segera,” terang koordinator aksi, Boasa Simanjuntak.

Boasa mengatakan bahwa mereka yang menggelar aksi adalah masyarakat yang resah dengan pembiaran yang dilakukan pemerintah. Padahal pemerintah sudah menetapkan kasus kematian babi sebagai bencana.

Semestinya, menurut Boasa pemerintah harus membantu warga untuk mengatasi persoalan babi. Membantu warga meringankan beban atas kerugian dampak dari kematian puluhan ribu ekor babi. Serta membangun kepercayaan masyarakat untuk kembali mengkonsumsi babi.

“Jadi segera ditangani agar jangan ada polemik di masyarakat. Hal ini sangat merugikan kita. Babi harus dilindungi. Selain itu, hari ini aksi yang kami sebut sebagai aksi 102 menjadi aksi kedaulatan babi,” jelasnya.(mtd/min)

===================

Komentar Anda