medanToday.com, MEDAN - Pengutipan liar (Pungli) yang dilakukan juru parkir (Jukir) liar di depan Polsek Medan Timur dan RS Murni Teguh, Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, semakin meresahkan. Tak terhitung keributan terjadi antara warga sekitar atau pengendara akibat aksi Jukir liar itu.

Seorang warga inisial L mengatakan, Jukir liar yang kerap melakukan pengutipan parkir demi keuntungan pribadi itu berjumlah tiga orang. Mereka masing-masing berinisial TK, TI dan IT.

Ketiganya tidak segan-segan melakukan aksi kekerasan demi meraup keuntungan dari kutipan parkir di lokasi yang berdekatan dengan kantor polisi. Padahal mereka tidak memiliki izin dari dinas terkait untuk mengelola parkir di lokasi tersebut.

"Baru-baru ini ketiga Jukir liar yang masih ada hubungan keluarga itu secara bersama-sama menyerang seorang Jukir resmi bernama Satria," ujar L kepada wartawan, pada Selasa (29/4/2025).

Akibat aksi main hakim sendiri itu, lanjut L, korban yang mengalami luka akibat dipukul helm bersama saksi mendatangi Polsek Medan Timur untuk membuat laporan. Langkah ini dilakukannya karena sudah tiga kali dikeroyok oleh tiga Jukir liar tersebut.

"Tapi malam itu personel Reskrim melakukan mediasi dan berakhir damai antara kedua belah pihak," katanya. 

Menurut L, Jukir liar inisial TK sebelumnya sudah pernah diamankan di kantor Polsek Medan Timur, atas laporan pengendara yang dikutip uang parkir diatas nilai dari pemerintah kota. Akan tetapi, dia dengan cepat melenggang keluar dan kembali melakukan pengutipan dengan cara yang semakin arogan.

"Aksi pungli dengan cara-cara premanisme ini jelas semakin membuat masyarakat sekitar dan pengendara resah. Untuk itu, kami mendesak Posek Medan Timur dan Dishub Medan, segera menertibkan ketiga Jukir liar itu agar situasi di Jalan Jawa aman dan tertib," katanya. 

"Jika ketiganya tak bisa ditertibkan, berarti aparat melakukan pembiaran aksi pungli dengan cara premanisme ini," ucapnya tegas.