medanToday.com, MEDAN – Ketua Creative Anak Muda (CREAM) Kota Medan, Damos Siagian, menanggapi permohonan maaf yang disampaikan BanBan Running Club setelah aktivitas promosi komunitas tersebut di Stadion Teladan memicu polemik dan kritik publik.
Menurut Damos, permohonan maaf yang disampaikan melalui media sosial patut diapresiasi. Namun, ia menilai masih ada hal penting yang belum dijelaskan secara terbuka, yakni identitas pihak yang mengundang komunitas tersebut masuk ke area Stadion Teladan yang masih dalam tahap penyelesaian dan perawatan menjelang Piala AFF U-19 2026.
“Kami mengapresiasi permohonan maaf yang sudah disampaikan. Namun, masyarakat juga berhak mengetahui siapa panitia atau pihak yang mengundang mereka masuk ke stadion. Hal itu penting agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi,” kata Damos, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia juga menyayangkan munculnya opini yang menurutnya cenderung menyudutkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam polemik tersebut.
“Kami kecewa karena ada pihak-pihak yang menggiring opini seolah-olah Wali Kota Medan yang harus bertanggung jawab. Padahal hingga saat ini Pemko Medan telah menegaskan tidak pernah menerima koordinasi ataupun memberikan izin,” ujarnya.
Damos turut mengajak masyarakat menjaga Stadion Teladan yang saat ini sedang dipersiapkan untuk menjadi salah satu venue penting dalam penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026.
“Kita harus sama-sama menjaga stadion kebanggaan masyarakat Medan ini,” katanya.
Sebelumnya, BanBan Running Club menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram resmi mereka pada Jumat malam, 29 Mei 2026. Dalam klarifikasinya, komunitas tersebut mengakui unggahan yang mereka buat telah menimbulkan polemik dan keresahan, terutama di kalangan pecinta sepak bola.
Komunitas itu menjelaskan bahwa mereka menerima undangan untuk kegiatan di Stadion Teladan pada 16 Mei 2026. Saat melakukan survei lokasi pada 26 Mei, mereka mengaku hanya didampingi petugas keamanan tanpa arahan teknis dari panitia resmi.
Aktivitas promosi kemudian dilakukan pada 27 Mei dan videonya menyebar luas di media sosial. BanBan Running Club menegaskan kegiatan tersebut dilakukan karena antusiasme terhadap wajah baru Stadion Teladan dan bukan untuk menimbulkan keresahan.
Mereka juga memastikan tidak ada transaksi keuangan dengan pihak mana pun terkait kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan tidak pernah menerima surat permohonan penggunaan stadion maupun memberikan izin kepada komunitas tersebut.
“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” kata Rico, Jumat, 29 Mei 2026.
Rico mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menelusuri pihak yang memberikan akses masuk ke Stadion Teladan yang saat ini masih berstatus steril karena proses penyelesaian pekerjaan dan persiapan menjelang turnamen internasional tersebut.
“Saya sudah meminta jajaran mencari tahu siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” ujarnya.