medanToday.com,MEDAN - Ratusan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koalisi Pandawa V kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (8/5) di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta.
Mereka memprotes keras program Grab Hemat yang dinilai merugikan mitra pengemudi.
Koalisi ini terdiri dari lima kelompok besar, yakni Koalisi Ojol Nasional (KON), Laskar Malari, Keluarga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ), Tiga Pilar, dan Kalibata Bersatu.
"Komisi tetap dipotong 20%, tapi sekarang ada tambahan potongan Rp3.000 hingga Rp20.000 per orderan jika ikut Grab Hemat. Kalau tidak ikut, orderan tidak masuk. Ini menyakitkan teman-teman di lapangan," ujar Rahman kepada media, Jumat (9/5).
Ia juga menyoroti program Bonus Hari Raya (BHR) yang sebelumnya diberikan kepada mitra Grab menjelang Lebaran, namun belakangan dinilai menjadi beban karena disusul dengan penerapan tarif rendah lewat layanan Grab Hemat.
"BHR ini tidak dinikmati semua driver. Tapi dampaknya dirasakan semua mitra karena Grab Hemat bikin pendapatan anjlok," jelasnya.
Para pengemudi mendesak agar Kemnaker segera memanggil manajemen Grab untuk meminta pencabutan program tersebut. "Kami nggak minta uang. Kami hanya minta keadilan. Grab Hemat menyengsarakan mitra," tegas Rahman.
Unjuk rasa ini merupakan rangkaian protes terhadap program Grab Hemat yang sebelumnya juga terjadi di berbagai kota, seperti Cirebon, Yogyakarta, Makassar, Mataram, Medan, dan Jakarta.
Selain menolak Grab Hemat, massa juga menyoroti kecenderungan eksploitasi terhadap driver ojol dan menolak upaya memasukkan ojol sebagai bagian dari serikat buruh.
"Status kami adalah mitra, bukan pekerja seperti buruh," tegas salah satu peserta aksi.