Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya.(UPI/Barcroft Images)
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat berbicara pada sidang DK PBB di New York, Rabu (5/7/2017), untuk merespons pengujian ICBM Korut pada hari sebelumnya.(UPI/Barcroft Images)

medanToday.com, WASHINGTON DC – Duta Besar Amerika Serikat ( AS) untuk PBB, Nikki Haley, mengajak komunitas internasional agar bersatu menahan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Dalam wawancaranya di sebuah hanggr militer di Washington Kamis (14/12/2017), Haley menyatakan AS telah mempunyai bukti valid Iran menyuplai rudal balistik ke pemberontak Yaman, Houthi.

Teheran dianggap melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2216, yang menyatakan larangan kontak suatu negara untuk mempersenjatai kelompok pemberontak atau radikal.

“Di gudang ini, tersimpan bukti senjata ilegal dari Iran yang dikumpulkan oleh informan kami di seluruh kawasan Timur Tengah,” kata Haley dilansir dari Al Jazeera.

Salah satunya pecahan rudal yang ditembakkan Houthi ke arah Arab Saudi 1 Desember lalu.

Rudal yang diluncurkan Houthi tersebut menargetkan Kota Khamis Mushait sebelum jet tempur Saudi mencegat dan menghancurkannya.

Haley menjelaskan, dia mengajak dunia agar membentuk koalisi yang membendung Iran dan segala tindakan mereka.

“Senjata ini buatan Iran, dan dikirimkan Iran ke sekutu mereka,” tegas Haley.

Respon Teheran
Kantor berita Reuters, seperti diberitakan Al Jazeera, menyangkal ucapan Haley, dan menuduhnya sengaja membual serta mencari sensasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, membalas pernyataan Haley dengan mengunggah foto di Twitter.

Dalam foto tersebut, nampak Haley bersanding dengan Dubes AS untuk PBB di masa pemerintahan George Bush, Colin Powell.

“Ketika saya masih bertugas di PBB, saya melihat foto ini dan sekarang, saya tahu apa itu ‘keturunan’,” sindir Zarif dalam kicauannya.

(mtd/min) 

Komentar Anda