medanToday.com, MEDAN - Niat menjadikan event Gemar Melayu Serumpun (GEMES) 2025 panggung megah di mata para peserta sangat jauh dari harapan. Sebab, acara yang digelar di halaman Istana Maimun terlihat sepi peminat meskipun telah memasuki hari kedua perhelatan, Kamis (22/5/2025).

Kursi-kurai yang disediakan panitia untuk tamu tampak kosong. Kondisi ini akan berdampak dengan surutnya perputaran ekonomi pelaku UMKM yang mengambil stand di lokasi acara.

Amatan wartawan pada Kamis malam, kursi tamu yang disusun di sisi kanan panggung nyaris kosong, hanya sekitar 20 persen dari 200-an bangku yang terisi. Sisi tengah terlihat lebih padat, sedangkan sisi kiri relatif ramai. Namun, keadaan itu tetap saja menampakkan situasi kekosongan yang mencolok di beberapa titik.

Tak hanya di area pertunjukan, lesunya atmosfer juga terasa di stand kuliner yang berjajar di sisi kanan dan kiri pintu masuk lokasi acara. Meja yang disediakan lebih banyak digunakan untuk duduk-duduk ketimbang menikmati produk para pelaku UMKM. Selama dua hari berjalan, roda ekonomi belum menunjukkan perputaran yang signifikan.

Kondisi ini memperkuat kesan buruk sejak malam pembukaan . Event yang "menelan" anggaran hampir Rp2 miliar tersebut dinilai asal jadi. Sound system yang mati saat perwakilan Pemprov Sumut hendak menyampaikan kata sambutan Gubernur Sumut, Bobby Nasution menjadi sorotan tajam.

Sejumlah karpet yang terlihat koyak, sampah berserakan, hingga fasilitas toilet yang gelap dan berbau menyengat semakin memperburuk citra Pemkot Medan selaku tuan rumah

Lemah publikasi

Parahnya kondisi perhelatan GEMES 2025 menuai kritik tajam dari angota Komisi III DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis. Menurutnya, vendor kegiatan tidak profesional menjalankan tugas, dan Dinas Pariwisata Kota Medan gagal mengantisipasi permasalahan teknis dasar.

"Apalagi di acara ada tamu dari luar negeri dan berbagai daerah. Harusnya dipersiapkan secara matang,” ujarnya saat diwawancari wartawan, pada Jumat (23/5/2025).

Selain itu, Godfried juga menyoroti lemahnya publikasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ke masyarakat. Minimnya promosi di media dan ruang publik dinilai berkontribusi pada rendahnya antusiasme pengunjung.

Atas situasi ini, Komisi III mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas (Rico Waas) segera mengevaluasi kinerja Kadis Pariwisata, Ody Batubara dan Kadis Kominfo, Arrahman Pane. Dia juga menegaskan perlunya mengganti pihak vendor yang dinilai gagal total.

"Ini bukan sekadar acara budaya biasa. Kalau tidak dikemas dengan baik, bisa mencoreng nama baik wali kota dan Kota Medan sendiri,” ucap Godfried.

Menindaklanjuti permasalahan itu, DPRD Medan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk meminta klarifikasi dari pihak terkait, termasuk vendor event GEMES 2025.