medanToday.com, Medan — Puteri Anak Pariwisata Sumatera Utara (Sumut), Yemima Keiko Moen Sitorus melakukan kampanye Stop Bullying di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santo Yoseph Pemuda Medan, beberapa pekan lalu.

Upaya ini sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda, dan bertujuan menumbuhkan rasa empati, saling menghargai, dan menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi semua siswa.

Menurut Yemima, langkah menghentikan segala bentuk perundungan sangat penting digalakkan. Baik itu secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (Medsos).

"Saya mengajak seluruh pelajar berani bersuara, menolong teman yang menjadi korban, serta menumbuhkan sikap saling menghormati," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga ada sesi interaktif, dan kampanye “Stop Bullying START CARING”. Para siswa terlihat antusias mengikutinya serta berkomitmen menjadi pelajar yang ramah dan peduli terhadap sesama.

Yemima berharap lewat acara ini dapat menanamkan nilai-nilai positif sejak dini agar tercipta lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan penuh kasih sayang.

Selain di sekolah, Yemima juga menyoroti aspek keamanan di Kota Medan. Langkah awal, ia bersilaturahmi ke Polsek Medan Timur untuk bertemu langsung Kapolsek, Kompol Agus M Butar-butar pada pertengahan Agustus 2025.

Di pertemuan itu, mereka membahas sinergi antara aparat kepolisian dan pelaku pariwisata dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman, tertib, dan kondusif bagi pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.

Kompol Agus menyampaikan komitmennya memperkuat koordinasi dan pengawasan di kawasan wisata, terutama pada titik-titik yang ramai dikunjungi.

“Kami siap bersinergi dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh wisatawan yang datang ke Kota Medan,” ujar Agus.

Sementara Yemima mengapresiasi dukungan Polsek Medan Timur dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sebab itu faktor penting dalam pengembangan pariwisata.

"Kolaborasi dengan kepolisian jadi langkah strategis mewujudkan Medan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan berdaya saing,” ujar Yemima.

Mereka berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung visi Kota Medan sebagai kota wisata yang aman, ramah, dan berbudaya.

Sebagai informasi, Yemima Sitorus akan mewakili Provinsi Sumut di Grand Final Puteri Anak Indonesia, tingkat nasional di Jakarta pada Sabtu, 1 November 2025.

Sampai saat ini, selain meraih gelar Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sumut 2025, siswi kelas VII SMP Santo Yoseph Pemuda Medan tersebut juga menjadi Runner Up I dalam ajang Pesona Batik Nusantara di tingkat Nasional pada Juli 2025. (REL