medanToday.com,MEDAN - Seperti lilin yang hampir habis sumbunya, kursi Sekretaris Daerah Kota Medan mulai mencari nyala baru. Dalam hitungan bulan, tongkat estafet akan berpindah dari tangan lama ke sosok yang belum diumumkan, namun bayangannya mulai dibentuk oleh arah angin kepemimpinan saat ini.

Wiriya Alrahman dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026, menutup perjalanan panjangnya sejak dilantik pada 15 Oktober 2018. Sosok yang telah melewati beberapa musim kepemimpinan itu kini bersiap meninggalkan ruang kendali birokrasi.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, mulai merangkai gambaran tentang figur pengganti. Baginya, Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan mesin penggerak yang harus seirama dengan arah kompas kepemimpinan.

Menurut Rico, kriteria utama calon Sekda adalah kemampuan menerjemahkan visi dan misi kepala daerah menjadi kerja nyata. Selain itu, pengalaman sebagai pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta bekal pelatihan kepemimpinan menjadi fondasi penting.

Ia juga menegaskan bahwa proses pengisian jabatan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kota Medan akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara, bahkan membuka peluang penggunaan sistem manajemen talenta dalam proses seleksi.

Nama Wiriya sendiri bukan sosok baru dalam denyut birokrasi Medan. Ia pertama kali menjabat Sekda di era Akhyar Nasution, kemudian kembali dipercaya pada masa kepemimpinan Bobby Nasution, hingga kini berlanjut di bawah kepemimpinan Rico Waas.

Kini, ketika halaman hampir ditutup, Pemerintah Kota Medan dihadapkan pada satu pertanyaan penting: siapa yang mampu melanjutkan cerita, menjaga ritme, dan memastikan roda pemerintahan tetap berputar selaras dengan harapan warganya.