Beranda Sumut Digitalisasi Dalam Proses Pembelajaran Adalah Keharusan

Digitalisasi Dalam Proses Pembelajaran Adalah Keharusan

Ilustrasi Mahasiswa. (sumber:internet)

medanToday.com,LANGKAT – Mendeley Advisor Akademisi, M Adhi Prasnowo memaparkan pembelajaran online adalah hal yang menjadi kebutuhan saat ini. Kondisi tatap muka memang belum bisa tergantikan. Ada batas dan jarak jika disampaikan secara digital.

“Bagaimana kita memastikan penggunaan layanan digital baik secara daring maupun luring secara aman. Aman bagi perangkat dan aman bagi lingkungan kita. Walaupun saat ini lebih banyak anak memainkan games dari pada menggunakan aplikasi pembelajaran,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Webinar Literasi Digital dengan tema “Guru Penggerak Literasi Digital” 28 Juni 2021.

Administrator of Education and Training Department IndoCEISS, Reni Haerani, S.Kom, M.Kom menjelaskan aktivitas yang biasa dilakukan tenaga pendidik, mengunduh pembelajaran atau ilmu-ilmu. Mengunggah materi tugas soal dan sebagainya, menggugah tidak hanya secara verbal tetapi bisa memberikan teladan.

Memahami konsep pembelajaran online, memahami pola pembelajaran, memahami konsep pembelajaran online, memahami ciri-ciri pembelajaran online dan memahami pesan guru dalam pembelajaran online. Menurutnya konsep pembelajaran online sudah menjadi kebiasaan saat ini.

Guru SMA Harapan 3 Delitua, Ahmad Razali, M.Sos mengatakan penggunaan digitalisasi dalam proses pembelajaran merupakan keharusan. Ini adalah zaman dimana kita harus memunculkan paradigma baru salah satu penggunaan digitalisasi di dunia pembelajaran.

Founder Digital Sosial, Gusti Dewi Monalisa, S.Sos menuturkan teknologi tidak akan menggantikan guru yang hebat, tapi guru yang hebat yang dapat menggunakan teknologi dapat menjadi transformasi. Saat ini mau tidak mau, guru juga harus mempunyai digital skill.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Siti Fahrunnisa memberikan pertanyaan kepada M.Adhi Prasnowo, apa ada sistem yang menjaga apalikasi pembelajaran dari hal-hal negatif?

Narasumber menjawab itu bisa di filter di setting aplikasi itu sendiri. Setting privasi atau pop up, jika di browser bisa blokir pop up di setting. Untuk setting pengawasan orang tua ada biasanya di aplikasi resmi.

Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.(*)

=====================

Komentar Anda