Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8). PT Telkomsel menyiapkan 150 BTS teknologi broadband 4G dan lebih dari 700 BTS 3G/2G untuk memenuhi kebutuhan komunikasi hingga pelosok daerah guna kemudahan akses informasi para petani dalam menunjang usaha, membuka peluang bisnis dan membangkitkan perekonomian desa. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/ama/17
Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8). PT Telkomsel menyiapkan 150 BTS teknologi broadband 4G dan lebih dari 700 BTS 3G/2G untuk memenuhi kebutuhan komunikasi hingga pelosok daerah guna kemudahan akses informasi para petani dalam menunjang usaha, membuka peluang bisnis dan membangkitkan perekonomian desa. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/ama/17

medanToday.com, MEDAN – Jaringan internet 4G LTE Telkomsel dijanjikan bakal semakin cepat, memungkinkan streaming video tanpa buffering. Hal ini berkat implementasi pita frekuensi 30 MHz di spektrum 2,3 GHz yang berbasis teknologi Time Division Duplex (TDD).

Frekuensi tersebut dimenangkan Telkomsel lewat mekanisme tender pada akhir Oktober 2017 lalu. Operator pelat merah berani menggelontorkan duit Rp 1,007 triliun atau dua kali lipat di atas harga dasar yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, demi menambah spektrum.

Meski demikian, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, menegaskan penerapan jaringan LTE-TDD tak serta-merta berimplikasi pada kenaikan tarif internet untuk pelanggan. Menurut dia, pemanfaatan LTE-TDD ini justru lebih efisien dari segi belanja modal alias capex untuk jangka panjang.

“Tarif sama aja dengan yang sekarang,” ujarnya usai konferensi pers, Selasa (28/11/2017), di Telkomsel Smart Office, Jakarta.

“Untuk menambah kapasitas yang sama kita bisa lebih murah (dengan LTE-TDD 2,3 GHz) dibandingkan sebelumnya. Spending capex yang sama kita dapat kapasitas lebih besar karena spektrumnya longgar,” ia menjelaskan.

Selain itu, internet cepat juga menstimulasi peningkatan konsumsi data pelanggan. Ririek berdalih belum menghitung potensi kenaikannya, namun jika merujuk ke rekam jejak perpindahan dari 3G ke 4G kira-kira bisa mencapai 20 hingga 30 persen.

“Saya belum yakin, tapi kira-kira berpotensi naik yang sama (20 sampai 30 persen),” ia menuturkan.

Setiap tahun Telkomsel mencatat kenaikan trafik penggunaan internet rata-rata 120 persen. Ke depan, Ririek melihat potensi pertumbuhan yang positif berkat layanan yang lebih baik dan penetrasi smartphone yang semakin gencar.

Sebagai langkah awal, Telkomsel bakal membangun 500 BTS berbasis LTE-TDD di Jabodetabek, Bandung, dan Palembang hingga akhir 2017. Selanjutnya Telkomsel akan membangun pula di kota-kota lainnya yang membutuhkan penambahan kapasitas.

Secara umum, pengantaran jaringan internet maksimal alias peak throughput dengan LTE-TDD yang mengeksploitasi penggabungan frekuensi atau carrier aggregation bisa meningkatkan kecepatan hingga 2,5 kali lipat dibandingkan LTE-FDD yang selama ini dipakai.(mtd/min)

========================================================

Komentar Anda