medanToday.com, DELISERDANG - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui balai besar Karantina Sumut merilis 4.921 bibit sawit asal Negara Papua Nugini, untuk dikembangbiakkan dalam program pemuliaan kelapa sawit nasional di Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, pada Selasa (15/4/2025).
Seluruh bibit yang diserahkan dinyatakan sehat dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Hal itu diketahui setelah dilakukan serangkaian tindakan karantina seperti pemeriksaan, pengasingan dan pengamatan sejak September 2024 sampai April 2025.
"Tugas karantina bukan hanya pengawasan, tapi juga memberikan perlindungan dan tanggung jawab terhadap kelestarian sumber daya hayati," kata Kepala Karantina Sumut, N. Prayatno Ginting dalam keterangan tertulis yang diterima medanToday, pada Jumat (18/4/2025).
Menurut Ginting, bibit yang dilepas telah melewati seluruh tahapan pengujian laboratorium dan dinyatakan negatif terhadap Lethal Yellowing sesuai standar yang ditetapkan. Rangkaian tindakan karantina dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, pemeriksaan fisik dari perkecambahan, penanaman di polibag, hingga tindakan pengasingan di lahan isolasi yang terpisah dari tanaman sawit lainnya.
Selama masa karantina juga dilakukan pengamatan berkala untuk mendeteksi kemungkinan gejala penyakit Lethal Yellowing yang memiliki masa inkubasi cukup panjang. Pengujian laboratorium juga dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh bibit bebas dari Phytoplasma penyebab penyakit Lethal Yellowing.
Selain bibit, Ginting juga menyerahkan sertifikat pelepasan karantina tumbuhan kepada direktur PT. Timbang Deli. Menurutnya, bibit sawit tersebut merupakan bagian dari program pengembangan pemuliaan kelapa sawit nasional yang melibatkan analisis DNA dan kultur jaringan untuk bahan indukan.
"Sesuai arahan Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean bahwa karantina harus melakukan tindakan secara efektif dan efisien. Kita akan melakukannya dengan baik dan memastikan komoditas yang masuk ke Indonesia aman dan sehat. Tentunya dengan dukungan dari semua pihak," pungkasnya.