medanToday.com, MEDAN – Ketika melihat seorang wanita cantik, pasti terbayang sosok yang lembut, sopan, dan penuh kasih sayang.

Namun, berbeda dengan wanita cantik yang satu ini, dia Dina Mutiara Putri Harahap. Parasnya yang cantik tak sesuai dengan tingkah lakunya.

baca: Polisi Tembak Mati Residivis Spesialis Bongkar Rumah Di Medan

Siapa sangka, kecantikannya ternyata hanyalah topeng yang menyembunyikan sifatnya yang kejam dan sadis. Dina tergabung dalam kawanan begal yang berperan sebagai penadah barang hasil rampokan.

Seperti pepatah mengatakan “nasi sudah menjadi bubur”, apa yang diperbuatnya harus dipertanggung jawabkan. Seketika air mata Dina tak dapat terbendung, saat petugas polisi membawanya kedepan para media.

“Air mata buaya, sandiwara aja nya kau itu,” teriak warga sekitar yang berada dilokasi pemaparan.

baca: BONIRAN Tewas Mengenaskan Dalam Ledakan Pabrik Tahu MARELAN

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Andi & Armen Siringo ringo Pelaku Begal WITA ASTUTI Serta 2 Orang Penadah

Wita Astuti, warga Jalan Budi Utomo Pancing II, merupakan salah satu korbannya, pada Selasa (3/10/2017) lalu di Jalan Putri Hijau.

Aksi sadis mereka ternyata tak berlangsung lama. Tim Anti Begal yang dibentuk oleh Medan, bersama petugas Unit Reskim Polsek Medan Barat , berhasil mengungkap kejahatan Dina dan tiga pelaku kejahatan jalanan (begal) yang menimpa Wita Astuti.

baca: Pelaku Pemotong Tangan Purnamawanto Dibekuk Polisi

“Juli Andika Pohan dan Dina Mutiara Putri Harahap, berperan sebagai penadah. Setelah diinterogasi, keempat tersangka mengaku sudah lebih dai 11 kali melakukan kejahatan di Kota Medan,‚ÄĚkata Kasat Reskim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah didampingi Kapolsek Medan Barat, Kompol Revi Nurvelani, Senin (9/10/2017) sore.

Pengungkapan para pelaku begal ini, berawal dari pemeriksaan rekaman CCTV yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari rekaman CCTV tersebut terlihat ciri-ciri dari dua orang pelaku.

Satu diantaranya yang merupakan otak pelaku bernama Andi Roban (35) warga Jalan Satria Barat, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan. Andi terpaksa ditembak mati karena mencoba lakukan perlawanan saat ditangkap.

Setelah menangkap Andi, polisi melakukan pengembangan dan menangkap Zularman Siringoringo alias Armen (29) warga Jalan Sentosa Lama, Gang Antara No.26, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan.(mtd/non)

===============
BACA JUGA:

5 Tips Menghadapi Begal Motor di Kota Medan