Ruangan isolasi bertekanan negatif di RSUP Adam Malik Medan. (Ist)

medanToday.com, MEDAN – Jumlah kesembuhan pasien Covid-19, meningkat pasca tiga bulan ruang isolasi bertekanan negatif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan diaktifkan.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUP H Adam Malik, Dr Frida Tako mengatakan, penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit yang berada di Jalan Bunga Lau, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan ini juga berjalan secara optimal.

“Pasien yang dirujuk ke Adam Malik adalah penderita Covid dengan derajat sedang sampai berat, sehingga perawatannya memerlukan waktu panjang,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Frida menjelaskan, bagi penderita riwayat sedang akan membutuhkan perawatan rentang waktu empat belas hari. Sedangkan kategori berat membutuhkan waktu lebih lama lagi.

“Derajat ringan saja dibutuhkan waktu 14 hari untuk isolasi, konon pula kategori berat,” ujarnya.

Dia menambahkan, perawatan di ruang isolasi bertekanan negatif ini menggunakan SOP penanganan Covid dan suhu udara tetap bersih dan steril. Jika dirawat di ruangan ini tidak akan terjadi penularan atau penyebaran virus tersebut.

“Kemudian, dengan dirawat di ruang isolasi pasien bisa lebih mendapat perawatan sesuai SOP Covid-19 sehigga tingkat kesembuhan meningkat,” ungkapnya.

Untuk kapasitas, lanjutnya, gedung tersebut memiliki puluhan tempat tidur dalam satu ruangan pasien Corona dalam kategori berat. “Kapasitasnya 15 tempat tidur,” pungkasnya.

Sebagai informasi, gedung isolasi penderita Covid-19 bertekanan negatif di RSUP Adam diresmikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pada Senin (20/7/2020).

Dalam keterangannya, Edy menjelaskan bahwa gedung itu diperuntukkan bagi pasien covid-19 yang tergolong berat atau parah.

“Pasien postif yang berat, maka disiapkan memang segala fasilitasnya,” ujar Edy.

“Di sini lengkap ya, pengamanan kepada orang yang sehat, kepada petugas kesehatan yang menanganinya dan fasilitas untuk pasien juga lengkap,” sambungnya.

Sementara, Kepala Bagian Organisasi dan Umum RS Adam Malik Marince Panjaitan menambahkan, ruangan bertekanan negatif bertujuan membuat uap maupun nafas yang dikeluarkan si pasien akan dibersihkan kembali atau disterilisasi hingga bersih. (mtd/min)