Ilustrasi: (sumber:int)

medanToday.com,MEDAN – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara kembali bergulir dengan tajuk “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring”.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa dan pelajar, dihadiri oleh sekitar 241 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Rr Vemmi Kesuma Dewi, Akademisi Bid. Pendidikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak; Nursatyo, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nasional; Dr. Juliandi Siregar, Dosen FIKP Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah; dan Yusmariono, WKS Bid. Kurikulum SMPN 1 Labuhan Deli.

Rr Vemmi Kesuma Dewi memaparkan literasi digital harus melibatkan berbagai pihak. Kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua murid harus menjadi prioritas kegiatan. Tetapi, orang tua murid yang seharusnya memiliki peran lebih aktif.

“Namun, pengajar perlu aktif membimbing penggunaan gawai yang baik bagi anak, terutama mempersiapkan berbagai bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi gawai,” katanya.

Nursatyo menjelaskan budaya positif di internet ini sangat banyak, namun budaya negatifnya juga tidak kalah banyak. Untuk itu, kita harus bisa membangun budaya digital yang positif.

“Kita harus senantiasa menerapkan budaya-budaya kedaerahan kepada anak. Selain itu, kita juga harus senantiasa melakukan promosi terhadap budaya-budaya daerah kita,” ungkapnya.

Juliandi Siregar mengatakan internet ini sejatinya seperti dua mata pisau jika ia digunakan dengan baik, maka ia akan membantu kita dalam mengoptimalkan potensi dan karya. Untuk itu kita harus bisa berpikir terlebih dahulu sebelum ingin memposting ataupun menyebarkan berita di media sosial.

Yusmariono menuturkan dengan kemajuan teknologi tentunya banyak sekali hal yang bisa didapatkan oleh para guru, salah satunya yaitu bisa merancang materi pembelajaran sendiri. Adapun beberapa tips membuat online learning menarik dan interaktif yaitu identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa dan merubah dan merancang media pembelajaran.(*)

Komentar Anda