Ular piton sepanjang 7 meter yang ditangkap warga di Riau. (Kompas.com)

medanToday.com, PEKANBARU – Robet Nababan (37), korban gigitan ular piton saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat, di Kelurahan Pematang Rebah, Kecamatan Rengat Barat.

Informasi dari dokter yang mengurus bagian pelayanan di RSUD Indrasari Rengat, Ibrahim Nasution mengatakan, korban mengalami luka robek pada tendon lengan sebelah kiri.

“Akibat gigitan ular, korban mengalami luka robek pada tendon di lengan sebelah kiri,” kata Ibrahim, Selasa (3/10/2017).

Ibrahim melanjutkan, hal itu membuat Robet kesulitan menggerakkan pergelangan tangan hingga jari-jarinya. Selain itu, Robet juga mengalami luka di urat nadinya.

Luka yang didapatkan Robet, sambung Ibrahim, cukup serius sehingga membutuhkan donor darah. Sejauh ini baru satu kantong yang diberikan. Namun jika kondisinya memburuk, akan ditransfusi darah kembali.

Berita sebelumnya, seorang warga Desa Belimbing Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau bernama Robert Nababan (37) diserang ular jenis piton. Korban digigit saat berusaha menangkap ular berukuran besar itu.

Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat luka cukup parah di bagian pergelangan tangan. Sementara ular piton tersebut dibunuh, kemudian digoreng oleh warga.

“Ular yang menyerang korban panjangnya 7 meter. Korban digigit di tangan sebelah kiri. Saat ini korban dirawat di RSUD Indrasari, Pematang Reba,” ucap Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari Selasa (3/10/2017) kepada wartawan.

Kapolsek Batang Gangsal Iptu Sutarja, memaparkan kejadian nahas yang dialami Robert Nababan tersebut. Menurut dia peristiwa itu terjadi pada 30 September 2017 sekitar pukul 10.00 WIB di di Desa Belimbing Areal sebuah perusahaan PT SSK, Inhu.

Korban yang sedang mengendarai sepeda motor begitu sampai di lokasi, melihat beberapa warga berhenti di jalan. Ternyata warga takut melintas karena ada ular besar melintang di jalan. (MTD/min)

=====================================

Komentar Anda