medanToday.com, JAKARTA – Peserta sindikasi kredit proyek light rail transit (LRT) Jabodetabek bertambah.

Awalnya pemerintah menggandeng hanya 5 bank yang terdiri dari tiga bank BUMN dan dua bank swasta.

Berdasarkan penuturan salah satu peserta sindikasi, Bank Mandiri sindikasi proyek LRT Jabodetabek akan diikuti oleh 12 bank.

“Akan diikukti oleh 12 bank, ada bank asing dan BPD,” kata Royke Tumilaar, Direktur Perbankan Korporasi Bank Mandiri, Rabu (27/12/2017).

Sindikasi Rp 18,1 triliun ini akan menjadi salah satu opsi pembiayaan proyek LRT dengan total nilai proyek sebesar Rp 29,9 triliun. Rencananya penandatangan proyek sindikasi ini akan dilakukan pada Jumat (29/12) pekan ini.

Sebanyak 12 bank yang ikut dalam proyek sindikasi ini diantaranya adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, SMI, Bank Tokyo Mitsubishi, Shinhan Bank, Bank Hana, Bank Mega dan Bank DKI.

Mandiri merupakan penyumbang terbesar sindikasi LRT Jabodetabek dengan nilai kredit Rp 3,5 triliun. BNI, BRI, BCA, BNI dan CIMB Niaga menyumbang masing-masing Rp 2,7 triliun. Sedangkan SMI menyumbang Rp 1,9 triliun.

Putrama Wahyu Setiawan, Direktur BNI bilang, bertambahnya anggota sindikasi LRT Jabodetabek ini karena bank swasta melihat secara komersial perhitungan bisnis proyek ini masih bagus.

John Simon, Direktur Bank CIMB Niaga bilang akan berkomitmen untuk menyalurkan sindikasi LRT Jabodetabek Rp 2,7 triliun. “Kami salah satu arranger dan bookrunner sindikasi ini,” kata John Simon, Rabu (27/12/2017).

(mtd/min/fun) 

Komentar Anda