ILUSTRASI. (sumber:internet)

medanToday.com,Tapanuli Tengah – Dosen dan Cyber Security Officer IT PHKT, Anwar Fattah menyampaikan 5 tahun lalu ribble dalam pendahuluan di bukunya yang berjudul Digital Citizenship menyampaikan pertanyaan retoris bahwa mengapa kita harus peduli dengan digital society? Saat ini pertanyaan tadi bukan lagi dianggap sebagai pertanyaan retoris.

“Pandemi covid-19 telah mendorong kita semua untuk mengambil jarak dan menjadikan dunia digital sebagai dunia baru yang dinilai ramah dan bebas dari virus covid-19,” ungkapnya
Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara bertajuk “Peran Organisasi Profesi di Era Digital” beberapa waktu lalu.

Dosen dan Penulis, Dian Ikha Pramayanti mengatakan Organisasi Profesi Merton mendefinisikan bahwa organisasi profesi adalah organisasi dari praktisi yang menilai atau mempertimbangkan seseorang atau yang lain mempunyai kompetensi profesional dan mempunyai ikatan bersama untuk menyelenggarakan fungsi sosial yang mana tidak dapat dilaksanakan secara terpisah sebagai individu.

“Menjadikan jalan atau wadah di semua organisasi profesi. Organisasi profesi menyediakan kendaraan untuk anggotanya dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini dan akan datang serta bekerja ke arah positif terhadap perubahan-perubahan profesi sesuai dengan perubahan sosial,” jelasnya.

Dosen dan Auditor Politeknik Negeri Medan, Rizki Syahputra menjelaskan organisasi profesi adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama pada program keahlian tertentu.

“Kita harus mempunya suatu hal yang unik untuk menarik para pejabat tinggi untuk mempekerjakan kita di perusahaannya. Tujuan dari organisasi profesi adalah wadah untuk masyarakat dengan jenis profesi yang sama, dengan adanya organisasi akan melindungi sekelompok orang dari kebijakan lembaga politik atau kepentingan lainnya,” ungkapnya.

Menrutunya kalua punya kemauan kita bisa menggunakan media yang ada di daerah mereka bahkan kalau ada warnet kita bisa menggunakan itu walaupun harus mengeluarkan biaya untuk mencari informasi. Kalau ada pelatihan-pelatihan yang berbasis pengabdian mereka atau dari pemerintah untuk kalangan desa, itu kita bisa ikuti tanpa adanya gawai. Guru juga bisa menggunakan fasilitas computer dan kita bisa manfaatkan untuk mencari informasi atau mengembangkan diri kita.

“Secara perlahan uang kita ditabung untuk membeli gawai untuk mencari informasi atau lainnya,” paparnya.

Dosen Universitas Pembangunan Panca Budi, Hadi Saputra Penggabean menuturkan profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya. Artinya, ia tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang yang tidak dilatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.

“Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktis yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung Bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu,” bebernya.

Suchi Mentari selaku Key Opinion Leader menyampaikan untuk kalian yang masih muda, media sosial banyak manfaatnya kalau kalian bisa menyadari bakat kalian yang bisa di publish ke media sosial, misalnya kalian yang suka menyanyi dan masih banyak lagi dan kalian juga akan mendapatkan keuntungan dari karya yang kalian publish.

===========================

Komentar Anda