BUS yang mengangkut rombongan atlet Pra-PORA Kabupaten Aceh Utara tampak terbalik dengan ban ke atas usai mengalami kecelakaan pada jalan elak di kawasan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, Senin (30/10) dinihari kemarin.(Serambinews)

medanToday.com, BIREUEN – Satu unit bus sekolah yang mengangkut rombongan atlet Pra-PORA (Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh) dari Kabupaten Aceh Utara terjungkal ke sawah di kawasan jalan alternatif Desa Rancong, Kecamatan Kutablang, Bireuen sekitar pukul 04.15 WIB, Senin (30/10) kemarin.

Insiden di jalan elak Kreung Tingkeum yang diduga karena sopir mengantuk itu menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka lecet.

Bus plat merah bernomor polisi BL 7054 AA itu disopiri Zulkifly (38), warga Desa Banda Masen, Banda Sakti, Lhokseumawe. Bus berpenumpang pelatih, ofisial, serta 13 atlet cabang olahraga (cabor) atletik yang baru selesai mengikuti Pra-PORA di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya tersebut, dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH yang didampingi Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution serta Kanit Laka Aiptu Zulkarnaen mengatakan, bus tersebut setiba di kawasan Krueng Tingkeum melewati jalan elak bagian utara jembatan Kutablang itu.

Tapi, saat melewati jalan alternatif tersebut, sopir diduga mengantuk sehingga membuat bus tanpa terkontrol melaju ke pinggir birem jalan dan kemudian terbalik dalam sawah.

Akibatnya, bus yang diduga hilang kendali itu terjungkal ke sawah dengan kondisi ban ke atas. “Dugaan sementara, kecelakaan ini disebabkan karena sopir mengantuk sehingga bus tak terkontrol,” ujarnya.

Kecelakaan tunggal tersebut membuat sejumlah atlet Pra-PORA yang menjadi penumpang bus mengalami luka-luka. Semua korban lantas dievakuasi ke Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara untuk menjalani perawatan.

“Sedangkan, badan bus sudah berhasil ditarik dari sawah dengan truk derek dan dibantu satu unit truk tronton yang sedang lewat,” ucap Kanit Laka Polres Bireuen, Aiptu Zulkarnaen.

Sementara itu, Pelatih Atletik Aceh Utara, Safrizal, Senin (30/10) malam, menyebutkan, 13 atlet bersama pelatih dan ofisial yang menumpangi bus sekolah itu dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh usai mengikuti seleksi Prakualifikasi PORA di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

Namun, sesampai di jalan alternatif kawasan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, bus terjungkal ke sawah dan terbalik, sehingga ada beberapa atlet yang mengalami luka lecet.

“Tapi setelah mendapat pertolongan awal dari petugas medis di kawasan Muara Batu, Aceh Utara, kemudian langsung diizinkan pulang oleh dokter dan tak ada yang dirawat inap. Karena memang tidak mengalami luka parah. Sekarang pengurus termasuk atlet sudah berada di rumahnya masing-masing,” kata Safrizal yang juga ikut dalam rombongan tersebut.

Disebutkan, dari 13 atlet yang dibawa ke Banda Aceh untuk mengikuti seleksi, 10 di antaranya berhasil lolos ke PORA pada 12 nomor lari. “Jadi, hanya tiga orang saja yang tidak lolos. Sedangkan 10 lagi berhasil lolos untuk mengikuti PORA di Aceh Besar pada 2018 mendatang,” tukas Safrizal alias Jordan.(mtd/min)

========================================================

 

Komentar Anda