(Ilustrasi) Anggota Polres berjaga saat penggeledahan di rumah terduga jaringan teroris. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

medanToday.com,SIBOLGA – Ledakan terjadi di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (12/3). Kabar teranyar menyebut, ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan.

Detasemen khusus (Densus) 88 sedang berada di lokasi kejadian. Mereka melakukan penyelidikan bersama ratusan anggota kepolisian lainnya.

Ledakan terjadi di rumah terduga teroris berinisial HUS alias AH sekira pukul 14.20 WIB. Warga langsung geger saat mendengar ledakan.

Ledakan ini terjadi sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Sumut. Dari jadwal yang beredar, Jokowi akan datang ke sejumlah titik termasuk Sibolga.

Jokowi akan berkunjung ke Sumut pada 15-17 Maret 2019. Pada hari pertama, Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda di Sumut. Di antaranya adalah peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara.

Pada 17 September, Jokowi akan melanjutkan agendanya di Sibolga. Capres nomor urut 01 itu juga akan menghadiri silaturahmi dengan tokoh adat setempat.

Hingga saat berita ini dibuat, ratusan aparat kepolisian sudah bersiaga di lokasi. Ada pula yang sudah membangun sejumlah tenda.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto juga dikabarkan baru tiba di Sibolga. Didampingi sejumlah pejabat Polda Sumut.

“Belum tahu apa ledakannya itu. Tapi keras kali kami langsung keluar rumah,” ujar Ani, warga di sekitar lokasi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal juga sudah memberikan keterangan di Mabes Polri. Kata dia, ledakan terjadi ketika petugas dari Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan pengecekan di rumah terduga teroris.

Akibatnya sejumlah orang luka-luka termasuk dari pihak kepolisian. “Saat ini tim Densus 88 Antiteror dan polres setempat dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negosiasi agar diduga istri dan anak pelaku menyerahkan diri,” pungkas Iqbal.(mtd/min)

================

Komentar Anda