Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke warga sebagai mengantisipasi penyebaran virus corona di Medan. Foto: Dedi Sinuhaji for medanToday.com

medanToday.com,MEDAN – Kabar baik datang dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara, Minggu (29/3). Data perkembangan akan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Sumut mengalami penurunan drastis.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengumumkan jika penurunan drastis terdapat pada Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jumlah ODP menurun sebanyak sekitar 37 persen atau 1.508 orang dari hari sebelumnya. Kondisi ini membuat kurva grafik ODP menurun.

“Hari ini ODP jumlahnya 2.556 orang. Menurun dari hari Sabtu atau hari sebelumnya yang berjumlah 4.064 orang,” ungkapnya.

Penurunan ini juga terjadi lantaran ada penyesuaian kriteria dari revisi ke-4 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Daftar ODP ini juga termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. Dia harus berstatus ODP setelah salah satu ajudannya dinyatakan positif dan tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.

Ijeck juga sudah menjalani pemeriksaan dan tengah menjalani masa isolasi. Kesehatannya saat ini dikabarkan dalam kondisi baik.

Sementara itu sampai saat ini ada 14 kasus positif corona di Sumut. Dua di antaranya meninggal dunia. Data ini tidak berubah dari hari sebelumnya. Dari dua orang yang meninggal, salah satunya adalah dokter paru-paru yang punya riwayat perjalanan ke Israel dan Italia. Saat ini ada 12 pasien positif corona yang masih dirawat di rumah sakit.

Sementara ada sejumlah kasus COVID-19 yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau yang belum keluar hasil penelitian sampel dari Balitbang Kemenkes RI.

Aris juga melaporkan jika saat ni ada 15 pasien negatif corona yang masih dirawat. Kemudian ada 7 pasien negatif corona yang sudah dipulangkan.

Saat ini juga ada 77 PDP yang di rawat di sejumlah rumah sakit yang ada di Sumut. Data PDP sama seperti hari sebelumnya.

“Seluruh PDP dirawat di rumah sakit yang ada di 7 Kabupaten kota mulai dari Medan, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Dairi dan Mandailing Natal,” imbuhnya.

Aris pun meminta masyarakat tetap mengikuti imbauan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang yang lainnya. Baik saat berada di luar rumah ataupun di dalam rumah. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dengan kelangkaan masker dan hand sanitizer.

“Orang saat ini lebih panik tidak memiliki masker dan hand sanitizer di lapangan. Harusnya kita lebih panik jika kehilangan antibodi di tubuh. Karena virus tidak bisa dihindarihanya bisa dikalahkan oleh. Di dalam tubuh kita, Antibody itu seperti pabrik. Kadang jumlahnya banyak, kadang jumlahnya sedikit. Supaya produksinya banyak, sering-sering mengonsumsi vitamin C dan E setiap hari. Dan berjemur saat pagi supaya mendapatkan sinar ultraviolet,” pungkasnya.

=============================

Komentar Anda