Lima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore.Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Lima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore.
Lima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore.Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Lima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore.

medanToday.com, JAKARTA – Hingga hari ini, Rabu (1/11/2017) sebanyak 32 korban tewas akibat tragedi kebakaran pabrik mercon milik PT Panca Buana Cahaya Sukses telah teridentifikasi.

“Total sudah 32 yang teridentifikasi. Untuk hari ini sebanyak 4 korban kebakaran kembali teridentifikasi,” ujar Ketua Tim DVI (Digital Visual Interface) RS Polri Kombes Pramujoko di Rumah Sakit Kramat Jati, Rabu.

Ia menyebutkan identitas keempat korban tersebut sebagai berikut:

1. Inah binti Ining, warga Tangerang, Banten yang teridentifikasi melalui DNA dan cek medis;

2. Melinah binti Subur, warga Tangerang, Banten yang teridentifikasi melalui DNA dan cek medis;

3. Julianah, warga Tangerang, Banten yang teridentifikasi melalui DNA dan cek medis;

4. Aldi Framuzi, warga Kalideres, Jakarta Barat yang teridentifikasi melalui DNA dan cek medis.

Seperti korban-korban lain yang telah teridentifikasi, keempat korban ini akan segera diserahkan kepada pihak keluarga dengan menggratiskan biaya pengurusan jenazah.

Sebelumnya, Pramujoko mengatakan bahwa pihaknya telah membuat sebuah grup percakapan antara kepolisian dengan keluarga korban ledakan pabrik mercon pada Kamis (26/10/2017) tersebut.

“Iya benar ada grup WA (WhatsApp) antara kami dan keluarga korban, cuma kami enggak mau kasih tahu ke luar,” kata Pramujoko, di Posko Antemortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (30/10/2017).

Keberadaan grup tersebut, kata Pramujoko, untuk memudahkan keluarga korban mengirim data antemortem atau data anggota keluarganya yang menjadi korban. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk identifikasi jenazah korban di RS Polri.

(mtd/min) 

Komentar Anda