Beranda Ekonomi Bank Menyalurkan Kredit ke Proyek Kereta Ringan

Bank Menyalurkan Kredit ke Proyek Kereta Ringan

Proyek Stasiun LRT Palembang dari WSKT - kereta ringan light rail transit Jakabaring Palembang yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk WSK (26/10/2017). Kontan/Daniel Prabowo
Proyek Stasiun LRT Palembang dari WSKT - kereta ringan light rail transit Jakabaring Palembang yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk WSK (26/10/2017). Kontan/Daniel Prabowo

medanToday.com, JAKARTA – Proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabek menjadi daya tarik untuk mendapatkan kredit. Untuk itu, perbankan tengah menyiapkan pinjaman bagi proyek gagasan pemerintah ini.

Pembangunan LRT ini membutuhkan pendanaan sebesar Rp 26,7 triliun. Setidaknya, kebutuhan kredit dari sektor perbankan sekitar Rp 19,1 triliun atau 73% dari total kebutuhan dana.

Saat ini, ada sejumlah bank telah sepakat menyalurkan kredit sindikasi ke LRT. Diantaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT CIMB Niaga Tbk.

Salah satunya, BCA akan menyalurkan kredit sebesar Rp 4 triliun untuk proyek pembangunan LRT. Dengan syarat, pemerintah memberikan jaminan atas kredit tersebut.

“Kami akan ikut sindikasi proyek LRT bersama dengan bank lain. Total pembiayaan kredit sindikasi ini sekitar Rp 19 triliun,” kata Senior Vice President Corporate Banking BCA Yuli Melati Suryaningrum, Selasa (7/11/2017).

Senada, Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar menyebutkan, pihaknya juga akan menyalurkan kredit sindikasi untuk LRT sebesar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Rencananya, kesepakatan ini akan diteken pada Desember 2017 mendatang.

Tak mau ketinggalan, BNI siap menyalurkan komitmen kredit sindikasi LRT. Hanya saja, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta belum dapat merinci besaran kredit sindikasi yang akan disalurkan untuk LRT.

Menurutnya, BNI memang tengah rajin menggarap kredit infrastruktur, terutama kredit sindikasi. “Paling tidak kredit sekitar itu (Rp 4 triliun),” kata Herry.

Selain itu, Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, pihaknya ikut memberikan kredit secara patungan ke proyek LRT. BRI memperkirakan, besaran pinjaman untuk LRT tidak jauh berbeda dengan bank anggota sindikasi lainnya. “Sama dengan komitmen bank lain,” ujar Suprajarto.

(mtd/min) 

Komentar Anda