Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Ist)

medanToday.com, JAKARTA – Penambahan pasien terkonfirmasi positif hari ini menunjukkan jumlah yang cukup signifikan yakni 8.369 kasus. Provinsi Papua menjadi penambah harian tertinggi mencapai 1.755 kasus, sehingga kumulatifnya menjadi 11.879 kasus.

Kemudian Jawa Barat sebanyak 1.648 kasus sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 55.807 kasus. Terkait tingginya penambahan kasus di kedua provinsi itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan interoperabilitas data Covid-19. Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan tengah dioptimalisasi untuk mensinkronkan data pusat-daerah.

“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan yaitu sebesar 8.369 kasus. Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal,” ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang juga disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12).

Sebagai contoh, perbedaan data terdapat di beberapa provinsi, seperti di Papua. Papua hari ini melaporkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.755 kasus. Yang mana jumlah itu merupakan akumulasi penambahan kasus positif sejak 19 November sampai 3 Desember.

“Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan daerah sesegera mungkin,” imbuh Wiku.

Disamping itu, Wiku juga menyampaikan perkembangan data penanganan Covid-19 secara nasional per 3 Desember. Jumlah kasus aktif berada di angka 77.696 kasus atau 13,9 persen. Angka ini masih lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,36 persen.

Sedangkan penambahan kasus positif sebanyak 8.369 kasus. Kasus sembuh sebanyak 462.553 atau 82,9 persen dibanding rata-rata dunia 69,32 persen. Untuk jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 17.355 kasus atau 3,11 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,31 persen. (mtd/min)

Komentar Anda